
Sejujurnya ga tau mau mulai postingan ini dengan kalimat apa, tapi akhir-akhir ini lagi rame kasus bunuh diri beruntun di tempat yang sama, yaitu Jembatan Cangar. Selama 2026 ini, sampai postingan ini naik, udah ada 2 kasus bunuh diri di sana. Kasus pertama ada di tanggal 31 Maret 2026 dan kasus kedua ada di 23 April 2026, sangat berdekatan, ga sampe satu bulan. Honestly, this really broke my heart.
Yang bikin aku paling sedih dari kasus ini bukan cuma soal ada orang yang memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri, tapi bagaimana sebagian orang memilih untuk menghujat korban dan menertawakan itu di kolom komentar.
Satu sih yang mau aku sampe'in ke orang-orang kayak gini.
Emang lucu ya?
Emang seremeh itu kah orang yang meninggal karena bunuh diri?
Iya, aku tau bunuh diri adalah tindakan yang salah dan tidak bisa dibenarkan. Tapi, satu yang aku yakini sampe sekarang adalah setiap individu yang memilih buat bunuh diri itu bukanlah pilihan yang enteng. Yang aku percaya bahwa keputusan mengakhiri hidup itu bukan keputusan yang lahir cuma dalam sehari atau dua hari. Keputusan itu lahir dari pikiran kalut yang berkepanjangan dan karena merasa ga ada jalan keluar atau titik terang, akhirnya mereka memilih sebuah jalan yang lahir dari keputusasaan mereka.
Aku tau rasanya jadi orang yang ga punya tempat cerita. Aku tau rasanya jadi orang yang bener-bener sendiri di sebuah masalah dan ga tau mau lari ke mana. I already experienced it all at my lowest point of my life. Cuma untungnya, ada yang narik aku keluar dari sana.
Setiap masalah itu ga ada yang terlalu kecil untuk disepelekan. Bisa jadi sebuah masalah itu enteng dan kecil buat kita, namun bisa jadi buat orang lain kerasa gede banget. Bahkan sebuah masalah yang disebabkan oleh kesalahan dirinya sendiri, orang-orang tersebut ga layak dapat penghakiman. Mereka semua melakukan itu pasti ada sebab, meskipun tidak semua yang mereka lakukan yang menyebabkan mereka jatuh ke masalah itu tidak dapat dibenarkan.
Aku tau, mungkin beberapa orang bisa mutusin buat bunuh diri karena terlilit pinjol, judi, dan hal-hal lain yang mungkin berawal karena kesalahan mereka. Tapi menurutku tetep aja, menghujat, mencaci, bahkan "membuat lucu" kematian seseorang yang meninggal karena bunuh diri tidak bisa dibenarkan. Setiap hidup itu berharga, setiap hidup itu penting, even mereka melakukan hal yang salah. Bukannya kita semua pernah ngelaku'in kesalahan dan dosa? Emangnya kita udah sebegitunya suci sampai kita bisa menghakimi mereka?
Sekali lagi, merespon sebuah tragedi kematian seseorang dengan hujatan dan hinaan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun, dengan alasan kematian apapun itu, bahkan saat seseorang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri dengan bunuh diri.
Berempati kepada seseorang yang bunuh diri bukan berarti membenarkan tindakannya. Kita tetep bisa menganggap itu salah tanpa kehilangan rasa kemanusiaan kita. Pada akhirnya, mereka juga sama dengan kita, dan kita ga lebih baik dan suci dari mereka.
Dan, kalau temen-temen ketemu sama mereka yang ada tanda-tanda buat mengakhiri hidupnya, please ajak ngomong mereka, jangan hakimi mereka, dan dengerin setiap keluh kesahnya. Traktir makan, temenin ngobrol. Atau, hadir di sampingnya aja udah cukup. Jika memang kita ga bisa ngebantu seseorang keluar dari masalahnya, seenggaknya ga perlu jadi alasan kenapa dunia kerasa makin kejam buat mereka. Seseorang yang lagi kalut pikirannya itu butuh seseorang hadir di sampingnya, lebih dari jawaban yang mereka cari.
Kata kuncinya adalah 'hadir'.
Dan... kalau kamu salah satu yang ngerasa hidup ini kejam, ga adil, dan kamu ga ketemu jawaban dan titik terang atas masalah yang kamu alami dan kamu ga nemu'in alasan buat lanjutin hidup kamu... I really feel you. But, please reach out to someone. Banyak layanan profesional untuk hal ini. Kamu bisa hubungi layanan SEJIWA di nomor telepon 119 ext. 8. Atau... kalau kamu mau reach out aku pun gapapa, silahkan hubungi aku lewat apapun. Blog ini bisa, DM Instagram @michaeldije juga bisa. Aku mungkin ga bisa ngasih kamu solusi, tapi aku bisa dan mau jadi temen ceritamu.
Aku sadar, terkadang seseorang itu cuma butuh didengerin supaya bisa bertahan satu hari lagi. Dan kalau hari ini kamu lagi ada di titik paling rendah di hidupmu, please remember: kamu ga harus ngadepin semuanya ini sendirian. Sekali lagi, kamu ga pernah sendiri dalam masalah ini, dan setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, bahkan jika ini adalah masalah yang kamu akibatkan karena kesalahanmu sendiri. Mungkin saat ini kerasa semua jalan tertutup, tapi bukan berarti tidak ada kemungkinan kalau bakal ada jalan yang akan dibukakan. Hidupmu belum selesai, dan kehidupan masih punya banyak hal baik yang masih disimpen dan akan dibukakan di masa depan. Percaya sama aku.
Peluk online. :)


17 Komentar
Bener si mas kalo baca-baca komen di medsos kadang bikin ulu hati langsung pediih.. Makanya saya akhirnya nutup satu satunya medsos saya, instagram alias logout dan uninstall..hehe.. Udah enggk mau lagi tuh ngurusin yg gituan, jadi mumet sendiri, mendingan saya ngapain gt yg pasti"aja.. Soal hilang empati , yah memang gini lah yg di hadapi, walo enggk semua orang sudah hilang rasa empatinya, tapi komenan kayak gitu seprti enggak punya hati, kita enggak tau orang yang bjnih diri itu barangkali sudah begitu buntu jalan pikirannya, enggak ada jalan keluar, enggak ada tempat bercerita, akhirnya jalan pintasnya ya bhnuh diri, memang di sayangkan, tapi sekali lagi bukan berarti kita bebas beropini sesuka hati.
BalasHapusbener kakk.. mungkin aja kita punya beda pandangan, tapi ga semua pandangan harus diutarakan :). ada yang namanya etika dalam berkomunikasi dan mengungkapkan pendapat. :D
Hapusbtwww kak, blognya kok ga ada kolom komentarnya yaaa? ini deviceku yang error atau emang dimatiin kolom komennya kak? :D
Beraninya ngomong keterlaluan kayak gitu padahal cuma karena modal anonim di internet, bener-bener malu-maluin 🤦🏻♀️
BalasHapusSaya juga turut berduka cita atas tragedi ini, dan mendoakan korban serta keluarga yang ditinggalkan… 🙏🏻
iyaa kak, mereka ga mikir kalau seandainya itu terjadi ke keluarga mereka terus dikomen macam begitu. apa ga sakit hati coba?
HapusSekarang tingkat depresi sangat tinggi
BalasHapusDalam keramaian, tapi hatinya kesepian.
Mari saling berempati, saling berbagi kisah, mau mendengarkan curhatan
yuk ajak ngopii.. barangkali dengan kopi itu, satu nyawa diselamatkan. :)
HapusApa kabar mas Daviiid? Long time no seeee.. sekarang blogmu makin keren yaaa! :D Anak DKV banget euyyy, hihihi
BalasHapusAku jujur ga begitu ngikutin case bundir mas, tp baca2 seputar komentar yang rada (maaf) tulul itu emang relate si. Baruuuu aja kemaren aku juga kena bully netizen, dikata2in kasar banget. Cuma perkara aku beropini tentang KAI.
Sampe sekarang rasa sakitnya masih belom reda lho mas.
Padahal yg ngetiknya mah mungkin udah lupa kali ya, wkwkwkwk.
Akhirnya aku salurin jadi cerpen thriller, judulnya 'Slow Burning vendetta' (jiah malah promosi)
hweeellowww mas fajaaarr!! long time no see jugaaa! :DD
Hapusah bisa aja wkwkwkkw.
naaahh.. kita ga pernah tau seberapa besar dampak dari ketikan kita. oleh karena itu, yuukk sama2 jaga ketikan kita. :)
eh itu cerpennya baca di mana mas? :D
itu yg pada komen jahat, kuatirnya bakal merasakan suatu hari nanti, gimana di saat jatuh, dan tidak ada yg bisa bantu, lalu akhirnya memutuskan bundir.
BalasHapusbingung yaaa yg ga bisa jaga ketikan dan mulut... apa dikira krn ini online, bisa seenaknya menulis yg jahat2 begitu :(
aku malah penasaran itu hidup di dunia nyatanya emang ga bahagia kurasa.. krn kalau orang bahagia, ga ada waktu utk menjelek2kan orang lain.. apalagi yg sudah meninggal
iya kali ya kakk, hidupnya di dunia nyata bisa jadi emang ga bahagiaa. tapi kalau seandainya disuruh buat ngewajarin, jujur ga bisa sih aku wkwkwk. karena ini berkaitan sama meninggalnya seseorang :(. mereka ga bakal tau rasanya sampai mereka sendiri ngerasain atau malah anggota keluarganya yang kena :(.
HapusSedih bila baca berita bunuh diri ini. Kasihan. Kalau ada masalah, harus diluahkan. Jika simpan sendiri, makan dalam.
BalasHapusyukkk hadir jadi teman cerita. siapa tau, satu nyawa lagi diselamatkan karena kita mau dengerin cerita mereka :).
Hapussekarang mental itu yang susah untuk disembuhkan,
BalasHapuspenyakit mental
apalagi ya orang saat ini itu meremehkan masalah penyakit mental ini
seperti halnya dua kejadian ini
kalau orang terdekat atau orang di circle terdekat itu awas dan bisa merangkul pelaku yang sampai nekat melakukan hal itu
tidak mungkin kejadian seperti itu
memang kalau di sosmed itu banyak yang nirempati dan asbun aja
asbun demi dapat like dan top comment.
padahal kalau di dunia nyata orang seperti itu pasti enggak asik
nirempati ya sekarang ini
Hapusbetull, yuk hadir jadi temen cerita buat temen-temen di sekitar kita. barangkali, satu nyawa lagi selamat karena ceritanya kita dengerin. karena biasanya mereka ga minta solusi, tapi butuh temen cerita. jadi temen cerita, dan pilihlah empati :).
HapusBiar Tuhan aja yg balas mas... org2 yg suka menertawakan itu biasanya mengaku dirinya yg paling bnr.
BalasHapusSedih memang, knp akhir2 ini byk org2 yg mengambil jln pintas... yg lbh miris lg bahkan ada yg merekam prosesnya dengan hape. Entah ini salah siapa... tp sebenarnya, sumber masalah itu lebih byk awalnya ya dari keluarga. Jadi, binalah keluargamu dengan baik dan bnr. Terpenting lagi ajarkanlah pada anak2mu utk tdk pernah menjadi org yg suka menertawakan org lain.
betuull, buat yang punya anak, yuk tanemin rasa empati ke mereka. biar mereka juga ga asal komen yang ngga-ngga kalau ada kejadian kayak gini.
Hapus*Dengan ngasih komentar, artinya kamu setuju sama peraturan (TOS) blog ini loh ya :D.