News Ticker

image slider by WOWSlider.com v9.0

Indonesia Darurat Empati: Saat Seseorang Memutuskan untuk Bunuh Diri

Sejujurnya ga tau mau mulai postingan ini dengan kalimat apa, tapi akhir-akhir ini lagi rame kasus bunuh diri beruntun di tempat yang sama, yaitu Jembatan Cangar. Selama 2026 ini, sampai postingan ini naik, udah ada 2 kasus bunuh diri di sana. Kasus pertama ada di tanggal 31 Maret 2026 dan kasus kedua ada di 23 April 2026, sangat berdekatan, ga sampe satu bulan. Honestly, this really broke my heart.

 

Yang bikin aku paling sedih dari kasus ini bukan cuma soal ada orang yang memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri, tapi bagaimana sebagian orang memilih untuk menghujat korban dan menertawakan itu di kolom komentar.

Satu sih yang mau aku sampe'in ke orang-orang kayak gini.

Emang lucu ya?

Emang seremeh itu kah orang yang meninggal karena bunuh diri?

Iya, aku tau bunuh diri adalah tindakan yang salah dan tidak bisa dibenarkan. Tapi, satu yang aku yakini sampe sekarang adalah setiap individu yang memilih buat bunuh diri itu bukanlah pilihan yang enteng. Yang aku percaya bahwa keputusan mengakhiri hidup itu bukan keputusan yang lahir cuma dalam sehari atau dua hari. Keputusan itu lahir dari pikiran kalut yang berkepanjangan dan karena merasa ga ada jalan keluar atau titik terang, akhirnya mereka memilih sebuah jalan yang lahir dari keputusasaan mereka.

Aku tau rasanya jadi orang yang ga punya tempat cerita. Aku tau rasanya jadi orang yang bener-bener sendiri di sebuah masalah dan ga tau mau lari ke mana. I already experienced it all at my lowest point of my life. Cuma untungnya, ada yang narik aku keluar dari sana.

Setiap masalah itu ga ada yang terlalu kecil untuk disepelekan. Bisa jadi sebuah masalah itu enteng dan kecil buat kita, namun bisa jadi buat orang lain kerasa gede banget. Bahkan sebuah masalah yang disebabkan oleh kesalahan dirinya sendiri, orang-orang tersebut ga layak dapat penghakiman. Mereka semua melakukan itu pasti ada sebab, meskipun tidak semua yang mereka lakukan yang menyebabkan mereka jatuh ke masalah itu tidak dapat dibenarkan.

Aku tau, mungkin beberapa orang bisa mutusin buat bunuh diri karena terlilit pinjol, judi, dan hal-hal lain yang mungkin berawal karena kesalahan mereka. Tapi menurutku tetep aja, menghujat, mencaci, bahkan "membuat lucu" kematian seseorang yang meninggal karena bunuh diri tidak bisa dibenarkan. Setiap hidup itu berharga, setiap hidup itu penting, even mereka melakukan hal yang salah. Bukannya kita semua pernah ngelaku'in kesalahan dan dosa? Emangnya kita udah sebegitunya suci sampai kita bisa menghakimi mereka?

Sekali lagi, merespon sebuah tragedi kematian seseorang dengan hujatan dan hinaan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun, dengan alasan kematian apapun itu, bahkan saat seseorang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri dengan bunuh diri.

Berempati kepada seseorang yang bunuh diri bukan berarti membenarkan tindakannya. Kita tetep bisa menganggap itu salah tanpa kehilangan rasa kemanusiaan kita. Pada akhirnya, mereka juga sama dengan kita, dan kita ga lebih baik dan suci dari mereka.

Dan, kalau temen-temen ketemu sama mereka yang ada tanda-tanda buat mengakhiri hidupnya, please ajak ngomong mereka, jangan hakimi mereka, dan dengerin setiap keluh kesahnya. Traktir makan, temenin ngobrol. Atau, hadir di sampingnya aja udah cukup. Jika memang kita ga bisa ngebantu seseorang keluar dari masalahnya, seenggaknya ga perlu jadi alasan kenapa dunia kerasa makin kejam buat mereka. Seseorang yang lagi kalut pikirannya itu butuh seseorang hadir di sampingnya, lebih dari jawaban yang mereka cari.

Kata kuncinya adalah 'hadir'.

Dan... kalau kamu salah satu yang ngerasa hidup ini kejam, ga adil, dan kamu ga ketemu jawaban dan titik terang atas masalah yang kamu alami dan kamu ga nemu'in alasan buat lanjutin hidup kamu... I really feel you. But, please reach out to someone. Banyak layanan profesional untuk hal ini. Kamu bisa hubungi layanan SEJIWA di nomor telepon 119 ext. 8. Atau... kalau kamu mau reach out aku pun gapapa, silahkan hubungi aku lewat apapun. Blog ini bisa, DM Instagram @michaeldije juga bisa. Aku mungkin ga bisa ngasih kamu solusi, tapi aku bisa dan mau jadi temen ceritamu.

Aku sadar, terkadang seseorang itu cuma butuh didengerin supaya bisa bertahan satu hari lagi. Dan kalau hari ini kamu lagi ada di titik paling rendah di hidupmu, please remember: kamu ga harus ngadepin semuanya ini sendirian. Sekali lagi, kamu ga pernah sendiri dalam masalah ini, dan setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, bahkan jika ini adalah masalah yang kamu akibatkan karena kesalahanmu sendiri. Mungkin saat ini kerasa semua jalan tertutup, tapi bukan berarti tidak ada kemungkinan kalau bakal ada jalan yang akan dibukakan. Hidupmu belum selesai, dan kehidupan masih punya banyak hal baik yang masih disimpen dan akan dibukakan di masa depan. Percaya sama aku.

Peluk online. :)

Komen dong h3h3h3h3

3 Komentar

  1. Bener si mas kalo baca-baca komen di medsos kadang bikin ulu hati langsung pediih.. Makanya saya akhirnya nutup satu satunya medsos saya, instagram alias logout dan uninstall..hehe.. Udah enggk mau lagi tuh ngurusin yg gituan, jadi mumet sendiri, mendingan saya ngapain gt yg pasti"aja.. Soal hilang empati , yah memang gini lah yg di hadapi, walo enggk semua orang sudah hilang rasa empatinya, tapi komenan kayak gitu seprti enggak punya hati, kita enggak tau orang yang bjnih diri itu barangkali sudah begitu buntu jalan pikirannya, enggak ada jalan keluar, enggak ada tempat bercerita, akhirnya jalan pintasnya ya bhnuh diri, memang di sayangkan, tapi sekali lagi bukan berarti kita bebas beropini sesuka hati.

    BalasHapus
  2. Beraninya ngomong keterlaluan kayak gitu padahal cuma karena modal anonim di internet, bener-bener malu-maluin 🤦🏻‍♀️

    Saya juga turut berduka cita atas tragedi ini, dan mendoakan korban serta keluarga yang ditinggalkan… 🙏🏻

    BalasHapus
  3. Sekarang tingkat depresi sangat tinggi
    Dalam keramaian, tapi hatinya kesepian.
    Mari saling berempati, saling berbagi kisah, mau mendengarkan curhatan

    BalasHapus

*Dengan ngasih komentar, artinya kamu setuju sama peraturan (TOS) blog ini loh ya :D.